Suka Blog Ini?

Ikut Dengan Email

Hati Seorang Isteri

18 March 2010

141 : Selamat Hari Tua



                                                   inilah 'secret recipe' Temerloh...

Hari ini genap 33 tahun aku bermastautin di bumi ALLAH...33 tahun yang lalu, bermulalah riwayat hidup seorang bayi lelaki yang dilahirkan pada hari Jumaat tepat jam 12.20 tengahari(mengikut masa yang dicatat pada surat beranak)...kini setelah 33 tahun berlalu, bayi kecil itu telah pun dewasa...punyai seorang isteri yang setia menemani di saat suka duka...punyai 3 putera yang menjadi racun dan penawar dalam diri...dan bakal mendapat putera yang ke 4(mengikut 'scan' pada hari ini, 18.03.2010).

antara kek-kek yang dijual...

Telah banyak yang dilalui...telah banyak yang dialami...telah banyak yang dirasai..telah banyak yang dikecapi...telah banyak yang diharungi...telah banyak yang dideritai...

 anak-anak aku sedang memilih kek 'Ben 10'...

Adakala suka mewarnai hidup...adakala duka mencorak hidup...semuanya berputar silih berganti...bagaikan putaran roda...ada masa di atas...ada masa di bawah...semuanya terjadi sebagaimana yang telah ditakdirkan oleh Allah...

telan air liur aku bila tengok harga...

Dan sudah semestinya...di hari lahir aku yang ke 33 ini...aku mengharapkan yang terbaik di dalam hidup aku bersama keluarga...moga Allah masih punyai belas ehsan terhadap aku...hambaNYA yang sering leka, alpa, lalai dan lupa untuk mengucapkan syukur di atas segala nikmat yang telah DIA kurniakan untuk aku selama 33 tahun aku menumpang di atas bumiNYA...

sedang memerhatikan 'awek' mengambil kek yang aku pilih...


'awek' sedang memproses sesuatu...



sibuk memilih kek...macam laa birthday diorang...

hehehe...terbang RM52.50...duit aku jual sawit...



dan...inilah kek yang aku pilih...'choclate fudge'...separuh jer yg aku beli hehehe

10 March 2010

140 : Selamat Ulangtahun Perkahwinan Yang ke 9

1_458352875l.jpg
Isteriku…
Kehadiranmu adalah mustika
Mengerlip cahaya sakinah
Laksana bintang membentuk arah burujnya
Isteriku…
Saban waktu , dirimu abdi di gobokku
Senyum manismu menenang jiwaku
Kerlinganmu mengorak senyumku
Kesetiaanmu menyejuk mataku
Isteriku…
Ketika kesejukan mataku
Memandang wajahmu duhai isteriku
Memori ini mengimbau zaman remajaku
Di kala ku hamparkan tangan ke awan biru
Merintih harap isteri yang solehah
Penyejuk mata dan penyeri rumahtangga
Isteriku…
Di senjakala ,  ku menongkat resah
Dirimu tersangkar dalam kemiskinanku
Dirimu tak punya manikam permata untuk kukalungkan
Tiada nota ringgit untuk kuunjukkan
Tiada lambang kemewahan untukku hamparkan
Dirimu hanya ku langir debu
Ku balutkan jubah
Ku hilangkan dahagamu secangkir cuma
Ku hambat bosanmu seketika sahaja
Isteriku…
Di hening subuh ku merenung sayu
Dirimu kesepian dalam kesibukkanku
Hari – hari berlabuh kita berasingan
Kesedihanmu , sementara diriku di medan
Kesakitanmu pun tiada aku di sisi
Rumahku , dirimulah penanti setia
Sementara bagiku , ia hanyalah dangau persinggahan
Isteriku…
Dirimu masih setia dalam sangkar yang sepi
Demi nilai cinta dan ketaatanmu
Isteriku…
Dongaklah wajahmu ke atas
Hulurlah tanganmu ke hadapan
Tabahlah duhai isteriku
Tidakkan ku sia-siakan hidupmu
Kan ku hidangkan ilmu buatmu
Kan ku bawamu ke alam perjuangan
Kan ku hantarkan ke perlembahan hidayah
Isteriku…
Bajailah cinta kita
Tenggelamkanlah kemelut rasamu
Isteriku…
Diriku tetap setia di sampingmu
Sungguhpun kita jarang bertemu
Sayang isteriku…
sayang isteriku...
nukilan
Ustaz Nasarudin Tantawi
 (Sumber: http://tazkirahberantai.blogspot.com/2006/08/sajak-untuk-isteri-seorang-pejuang.html)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...